Kamis, 03 September 2009

Pembelajaran Dengan Sistem PAKEM

PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
DENGAN PENDEKATAN SISTEM PAKEM
Waktu : 120 menit

A. PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, perlu kiranya Kepala Sekolah, guru serta pemangku kepentingan lainnya untuk urun rembug memikirkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Pengembangan dan pendesainan kegiatan yang baik bukan saja bergantung kepada pendistribusian struktur kurikulum yang tertuang ke dalam jadwal pelajaran, namun program pengembangan lainnya seperti pada saat-saat program pembelajaran selesai atau kondisi khusus haruslah difikirkan. Pada saat beberapa guru harus meninggalkan sekolah karena pelatihan atau pada saat guru harus mengisi raport di akhir semester seyogyanya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendukung pembelajaran.

Pengelolaan kegiatan belajar mengajar harus mendapat perhatian khususnya dari Kepala Sekolah. Gambaran di atas hanyalah beberapa contoh dari kondisi-kondisi dimana siswa kurang mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal mengingat pengelolaan kegiatan belajar mengajar belum mendapatkan porsi pemikiran yang cukup serius.

Sesi ini mengajak para peserta untuk mencari ide-ide kegiatan dan bagaimana mengaplikasikannya ke dalam program nyata di sekolah sehingga siswa memiliki kesempatan untuk senantiasa mendapatkan haknya, yaitu kualitas pendidikan yang baik.

B. TUJUAN
Pada akhir kegiatan peserta diharapkan:
  1. mengidentifikasi kondisi-kondisi yang menyebabkan siswa tidak mendapatkan pelayanan pendidikan di sekolah dan akibat yang disebabkannya
  2. menyusun program-program inovatif yang dapat membantu sekolah mengatasi masalah ketidak lancaran pelayanan pendidikan di sekolah.

C. BAHAN DAN ALAT
  1. Tayangan contoh program pengelolaan kegiatan belajar mengajar
  2. Kertas plano, spidol

D. LANGKAH KEGIATAN
1. Pengantar dari fasilitator (15 menit)
Fasilitator mengajukan beberapa pertanyaan kepada para peserta:
• Apa yang biasanya dilakukan oleh siswa pada saat guru datang terlambat ke sekolah?
• Apa langkah sekolah agar siswa tetap mendapatkan pelayanan pendidikan secara maksimal?
- Fasilitator meminta peserta menuliskan jawabannya di kertas dan berbagi informasi dengan rekan di sebelah kanan/kirinya.
- Fasilitator mengajak seluruh peserta untuk curah pendapat mengenai jawaban jawaban yang ada.
- fasilitator menyampaikan tujuan dan langkah dari sesi ini melalui tayangan.

2. Identifikasi kondisi yang tidak diharapkan dan akibatnya (30 menit)
Fasilitator meminta peserta untuk membuat tabel dan menuliskan kondisi yang tidak diharapkan dan akibatnya. Peserta mengidentifikasi hal tersebut sebanyak-banyaknya. Hasil curah pendapat di langkah satu dapat dijadikan contoh untuk ditayangkan ulang sehingga peserta tahu apa yang harus dilakukan.
Kondisi Dampak
Guru datang terlambat siswa kehilangan waktu belajar
Siswa mendapat contoh yang tidak baik

3. Karya kunjung (15 menit)
Fasilitator meminta setiap kelompok untuk menyerahkan hasil diskusinya kepada kelompok lain searah jarum jam. Peserta dapat memberi komentar di atas hasil kertas plano kelompok lain.
4. Tayangan Contoh Kegiatan Alternatif (15 menit)
Fasilitator menayangkan contoh suatu kegiatan pada saat guru-guru sibuk menulis raport (tayangan ’Pekan Buku’). Fasilitator mengajak peserta untuk menyebutkan dampak positif dari kegiatan ’pekan Buku’.

5. Identifikasi Ide kegiatan (30 menit)
Fasilitator meminta peserta untuk mengambil hasil kegiatan di langkah dua dan menuliskan kegiatan sebagai alternatif pemecahan masalah.
- Kondisi Dampak Alternatif Solusi
- Guru datang terlambat siswa kehilangan waktu belajar
- Siswa mendapat contoh yang tidak baik
- Kegiatan membaca dan menulis rangkumannya,
- Jam belajar yang diberikan oleh guru spesialis (olah raga, agama, dsb) dimajukan
6. Kunjung karya (15 menit)

Artikel Terkait:

0 Komentar:

Poskan Komentar